THE
TALENT
WAR
The
Talent WAR Merupakan
buku pedoman bagi korporasi modern untuk menghadapi isu yang paling menekan
saat ini, yaitu mengidentifikasi dan menarik orang – orang bertalenta,
sekaligus mempertahankannya agar berkontribusi dalam organisasi.
Di tengah kompetisi bisnis yang semakin ketat dan munculnya
cara berpikir baru dari angkatan kerja baru, perusahaan tidak dapat
mengandalkan cara dan metode tradisional untuk menarik dan mempertahankan
karyawan bertalenta. Karena kini kekuasaan juga sudah bergeser dari tangan
pemberi kerja ke pekerja, nilai – nilai dan lingkungan kerja yang ideal akan
menjadi lebih penting untuk menjaga kelangsungan bisnis. Kini hubungan antara
atasan dengan bawahan membutuhkan dinamika baru. The Talent War akan menunjukkan kepada Anda bagaimana menjadi
perusahaan idaman pencari kerja, menarik orang –orang tercemerlang dan terbaik,
serta mempertahankan mereka agar tetap bekerja di perusahaan anda.
The
talent war mendapatkan, mengembangkan dan menemukan orang
terbaik untuk organisasi. Buku ini secara rinci membahas : Menemukan orang
bertalenta, Keuntungan dan kerugian merekrut dan menggembangkan orang
bertalenta, Merekrut untuk keberhasilan berkelanjutan, Mempertahankan orang
terbaik, Mengembangkan budaya “Good Boss”
Peter
Drucker menyatakan bahwa “faktor dominan penentu dunia bisnis dalam
dua decade mendatang bukanlah perang, wabah penyakit atau bumi yang bertabrakan
dengan sebuah komet, ekonomi atau teknologi.
Faktor penentu dominan dalam dunia
bisnis adalah faktor demografi.”
Kini semakin sulit menemukan dan
mempertahankan karyawan bertalenta. Lalu, bagaimana cara untuk menarik mereka
yang bertalenta tersebut?
Salah satu cara yang dapat
dilakukan adalah menggunakan metode “staf
advocate”. Sebagai contoh, the Australia and New Zealand (ANZ) banking
group (bank terbesar ke – 3 di Australia) secara rutin bertanya kepada
karyawannya apakah mereka mau merekomendasikan kepada teman dan saudaranya
untuk bekerja di ANZ.
Terlalu sering proses rekrutmen
dilakukan dengan cara outsource.
Padahal, merekrut karyawan merupakan fungsi penting yang harus anda lakukan
sendiri sebagai seorang manager. Jadi, mengapa anda tidak melakukannya secara
serius?
Sebuah studi yang dilakukan oleh
the Australian Centre for Indrustrial Relations, Research and Training di
University of Sydney pada tahun 2003, mengenai tempat – tempat kerja terbaik di
Australia, mengindikasikan bahwa ada lima belas (15) kunci pendukung (yang
dilakukan baik oleh manajemen maupun staf) untuk mencapai posisi sebagai tempat
bekerja yang baik.
Kelimabelas karakteristik kunci
pendukung tersebut adalah :
- Kualitas dari hubungan kerja
- Kepemimpinan di tempat kerja
- Kesempatan untuk bicara
- Nilai – nilai yang jelas
- Kondisi yang aman
- Lingkungan yang telah siap
- Rekrutmen
- Gaji dan kondisi lainnya
- Mendapatkan umpan balik
- Otonomi dan keunikan
- Rasa memiliki dan identitas
- Belajar
- Hasrat
- Bersenang – senang
- Hubungan dengan komunitas
Sekarang jelas bagi kita bahwa
perbedaan terbesar antara bisnis yang memiliki karakter “good boss” dan “bad
boss” terletak pada kepemimpinan, hubungan antara karyawan dengan atasan
langsungnya dan etika bisnis yang dianut.
Para manajer memainkan peran
penting dalam proses pengembangan kelebihan bisnis yang sukses. Pengaruh mereka
terhadap karyawan tidak boleh diremehkan. Meskipun manajemen yang buruk membuat
kondisi bisnis yang biasa – biasa saja menjadi buruk, manajer terbaikpun
memiliki kemungkinan kecil dapat menerapkan prinsip atau tujuan ke dalam
organisasi yang tidak memiliki nilai – nilai perusahaan atau arah yang jelas.
Membentuk nilaidan menetapkan tujuan adalah tugas PEMIMPIN. Dan jika para
pemimpin gagal melakukan tugasnya, mereka memiliki risiko kehilangan orang,
keterampilan, dan talent yang diperlukan untuk keberhasilan perusahaan.
Pemimpin yang baik bersedia turun
tangan langsung membantu bawahannya dengan cara yang terbaik. Mereka juga,
hampir tanpa pengecualian, adalah komunikator yang baik. Mereka memiliki visi.
Mereka meninggalkan jejaknya. Mereka tidak takut berbuat salah. Pemimpin yang
baik juga tidak menyembunyikan kesalahan. Para pemimpin ini mendorong staf nya
untuk ikut serta dan menaikkan kinerja mereka. Seorang pemimpin yang baik tidak
hanya bias bicara, mereka benar – benar melakukan hal yang benar.
Apa yang membentuk pemimpin “good
boss”?
- Berkonsentrasi memahami orang anda
- Tetapkan apa saja yang perlu dilakukan
- Tentukan apa yang “baik” bagi perusahaan
- Buatlah action plan dan strategi
- Buatlah dan ambil tanggung jawab untuk membuat keputusan
- Buat dan ambil tanggung jawab untuk mengkomunikasikan ide dan rencana
- Tetap fokus pada peluang, bukan masalah
- Pelihara kedisiplinan waktu
- Gunakan Bahasa yang menggambarkan kebersamaan
- Siapkan dan buat rencana sukses
Apa yang membentuk pemimpin “bad
boss”?
- Tidak muncul atau bersembunyi untuk menghindari masalah
- Gagal memberi umpan balik atau meminta masukan dari para karyawan
- Mengaku – ngaku keberhasilan atau ide karyawannya
- Berbohong mengenai gaji, bonus atau fasilitas yang dijanjikan
- Memaksa karyawan untuk melakukan yang dia sendiri tidak melakukannya
- Micro – managing
- Memaksa karyawan untuk secara rutin datang cepat dan pulang larut
- Mengkritik karyawan secara terbuka di depan umum
- Memperlakukan karyawan seperti anak – anak
- Memiliki karyawan favorit
- Iri pada kehidupan pribadi karyawan
Akhirnya, dengan sangat yakin
kita mengatakan bahwa menyeleksi, melatih dan mengembangkan karyawan yang
berkualitas untuk kemudian kita pertahankan bukan merupakan pekerjaan yang
mudah. Berdasarkan pengalaman observasi dan riset, perusahaan – perusahaan yang
berusaha keras melakukan upaya tersebut akan memperoleh hasil yang lebih baik,
dalam kaitannya dengan produktivitas dan profitabilitas. Sering kali, masalah
terbesar adalah menyadari bahwa para manajer, pemilik, direktur dan semua yang
terlibat dalam mengatur dan memotivasi orang justru menjadi pihak yang
menghalangi usaha kita. Bagaimana kita bias menganggapi dan menyeleksi sebuah
informasi dan proses dapat menjadi hambatan terbesar kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar